Anti-resolusi tahun baru

Tahun baru identik dengan resolusi; identik dengan "visi" hidup yang baru. Tahun baru juga identik dengan goal/pencapaian hidup yang ingin kita capai. Misalnya: ingin tubuh lebih sehat, keuangan lebih baik, karir dan bisnis yang meningkat, meninggalkan kebiasaan buruk dsb.


Tapi kalau kita mau jujur pada diri sendiri, resolusi tersebut bertahan tidak terlalu lama. Resolusi hanya sekedar resolusi dan tahun baru menjadi hanya sekedar hype dari sebuah konsep waktu yang memberi kita semacam momen untuk berubah. In the end, kita kembali menjadi pribadi yang lama ketika hype dan momen tersebut berlalu.


Model "resolusi" ini menurutku tidaklah efektif. Lantas apa alternatifnya? Alternatifnya menurutku adalah "anti-resolusi", apa itu anti-resolusi?

Anti-resolusi: membayangkan diri kita di masa depan dalam keadaan terburuk. Kemudian kita berpikir mundur ke masa sekarang dan mencatat hal-hal yang harus berhenti kita lakukan agar "anti-resolusi" tersebut tidak terjadi.

Kalau kalian suka science fiction, bayangkan kalian punya mesin waktu kemudian kalian pergi ke masa dengan kemudian bertemu dengan the future you. Nah, bayangkan sosok kita di masa depan tersebut ada dalam keadaan yang terburuk dalam semua segi kehidupannya. Then, kalian gunakan mesin waktu tersebut untuk kembali ke masa sekarang dan menjadi diri kalian sendiri...

then ask yourself, what should I stop doing right now to prevent those things in the future happen?

Sebagai contoh konkrit:

  1. Bayangkan diri kita di masa depan tersebut ada dalam keadaan keuangan terburuk misalnya berbelanja terlalu banyak, berhutang, tabungan habis, tidak ada dana darurat dsb. Kemudian kita catat hal-hal yang harus berhenti kita lakukan sekarang untuk mencegah keuangan yang buruk itu terjadi misalnya berhenti untuk overspending, berhenti untuk hidup boros dan berhenti untuk menerima promo dari berbelanja online.

  2. Bayangkan diri kita di masa depan tersebut ada dalam keadaan karir atau bisnis yang stagnan. Kita bayangkan rugi besar, tidak mendapatkan project/order yang cukup. Kemudian kita catat hal-hal yang harus berhenti kita lakukan sekarang untuk mencegah stagnansi karir atau bisnis itu terjadi misalnya: berhenti membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif seperti nonton, hangout dsb.

  3. Bayangkan diri kita di masa depan tersebut memiliki keadaan kesehatan terburuk. Misalnya: timbul penyakit di mana-mana yang menyebabkan kita tidak dapat produktif, terbaring sakit, uang habis untuk berobat dsb. Kemudian kita catat hal-hal yang harus berhenti kita lakukan sekarang untuk mencegah kesehatan buruk itu terjadi misalnya berhenti merokok, berhenti untuk duduk diam di depan komputer selama berjam-jam dsb.

  4. Bayangkan diri kita di masa depan tersebut memiliki pengetahuan dan skill yang itu itu saja dan kita menyianyiakan peluang yang datang. Kemudian kita catat hal-hal yang harus berhenti kita lakukan sekarang untuk mencegah hal itu terjadi seperti berhenti menyia-nyiakan waktu dan berhenti untuk hangout dengan komunitas yang sekedar fun tapi tidak mengajarkan apapun.

Well, you get the point. Coba renungkan:

Kalau mau jujur terhadap diri sendiri, kita ini bukan harus melakukan kebiasaan yang baru/produktif tapi kita harus berhenti dari kebiasaan lama/tidak produktif yang selama ini telah membawa kita kepada keadaan sekarang.

Model "anti-resolusi" ini memang terlihat negatif dan terlihat menjadi sumber stress yang baru. Tapi...

Kalau mau jujur, kita ini lebih suka dipaksa oleh keadaan yang buruk kemudian kita berubah daripada dengan suatu tujuan/mimpi yang baik.

Tapi disclaimer nih: kalau kalian merasa lebih efektif dengan resolusi atau visi, then it's good for you. Tapi buat kalian yang selalu gagal dengan model resolusi atau visi, coba saja exercise anti-resolusi ini.


Dan kalau kalian anak '90-an, saya ajak untuk membayangkan kita memiliki mesin waktu berupa mobil De Lorean yang ada di film Back to The Future. Kemudian melakukan perjalanan waktu ke masa depan bertemu dengan diri kita yang sedang ada dalam keadaan terburuk.


Foto model mobil De Lorean. Images from @cesarebargiggia & @stellez34 via Twenty20

Postingan Terakhir

Lihat Semua