Berbagi pengalaman 1 tahun melek finansial

Buat banyak diantara kita, uang menjadi salah satu hal yang harus dikelola dengan baik. Untuk dapat mengelolanya dengan baik tentu kita harus mau belajar. Untuk gw pribadi, tahun lalu merupakan momen dimana gw belajar tentang mengelola keuangan keluarga.


Tahun lalu juga, tepatnya di tanggal 25 Desember 2020, gw mulai berani untuk berinvestasi. Pengalaman melek finansial itu gw ceritakan di sini. Setelah setahun berlalu gw mau evaluasi perjalanan melek finansial tersebut dan gw coba ceritakan di sini. Semoga kalian yang membaca bisa mengambil manfaat dan nilai dari tulisan ini.


Tentang memberi

Selama sekitar 4 tahun belakangan, gw disiplin untuk mengalokasikan (bukan menyisakan) 10% dari setiap pendapatan yang diterima untuk pos memberi. Setelah 4 tahun berjalan, disiplin tersebut menjadi makin mudah untuk dilakukan (berbeda pada saat awal-awal, terasa berat banget). Pengalokasian untuk memberi tersebut sudah seperti berjalan otomatis (ga pake mikir panjang). Pencatatannya sendiri gw lakukan di Google Sheets.


Di pertengahan tahun ini, alokasi dana tersebut gw berikan untuk membiayai tiga orang anak. Seorang anak kelas 4 SD, seorang lagi tahun 2022 mendatang anak masuk ke SMP dan seorang lagi tahun 2022 mendatang akan kuliah. Nah, dana untuk anak yang SD gw transfer per-bulan. Sementara untuk dua anak lainnya, karena termin pembayaran mereka bervariasi maka gw putuskan untuk dana tersebut ditabung di reksadana. Jika ada imbal hasil ya tetap gw berikan ke mereka juga.

Saat kita mengalokasikan uang untuk memberi di awal, kita memastikan bahwa hati kita tidak dimiliki oleh uang

Keputusan pengalokasian untuk "beasiswa" ini gw lakukan karena pengalaman pribadi, dimana gw bisa berkuliah karena mendapatkan beasiswa. Jadi kalau dulu tangan gw di bawah (mendapatkan beasiswa), gw bersyukur tangan gw sekarang bisa ada di atas (memberi beasiswa).


Reksadana

Setelah setahun berjalan, gw bersyukur investasi reksadana berjalan baik. Gw menggunakan aplikasi bibit yang portofolio investasinya bisa dibagi-bagi. Gw punya portofolio untuk pensiun, dana untuk membangun rumah dan pendidikan anak. Secara teknis, gw menggunakan fitur menabung rutin, jadi setiap tanggal 28 setiap bulannya ada sejumlah uang yang langsung dibelikan produk investasi. Alokasi per-bulannya adalah sebagai berikut:

- Dana pensiun, Rp. 2.150.000,-

- Pendidikan anak (TK), Rp. 390.000,-

- Pendidikan anak (SD), Rp. 680.000,-

- Pendidikan anak (SMP), Rp. 330.000,-

- Pendidikan anak (Kuliah), Rp. 480.000,-

- Untuk biaya membangun rumah, besar tabungan gw tiap bulannya bervariasi. Tapi gw mengupayakan agar bisa menabung di atas 10 juta per-bulannya.


Jadi, untuk setiap bulannya rutinitas keuangan gw adalah sebagai berikut:

- Sebesar 10% untuk memberi

- Sebesar Rp. 4.030.000,- untuk investasi

- Membayar premi asuransi keluarga

- Berusaha menabung di atas 10 juta untuk biaya membangun rumah

- Hidup dari sisa uang yang ada


Thank God, rutinitas keuangan tersebut bisa gw lakukan dengan konsisten. Di sini gw belajar bahwa predecide (memutuskan sejak awal) tentang keuangan itu penting.


FOMO investasi saham

Gw mencoba masuk investasi saham di pertengahan tahun 2021. Masuk saham karena FOMO (fear of missing out), ikut-ikutan teman dan tanpa pembelajaran. Hasilnya secara nominal gw rugi sekitar satu setengah juta rupiah. Buat gw, kerugian uang tersebut sebetulnya tidaklah seberapa jika dibandingkan kerugian gw secara kognitif dan mental.


Akibat investasi saham tersebut, setiap waktu gw selalu cek valuasi saham dimana gw berinvestasi. Kemudian hampir sepanjang hari, gw lumayan kepikiran tentang valuasi tersebut. Gw merasa sukacita gw secara pribadi dirampas oleh investasi. Karena itulah gw cut-loss dan kehilangan uang sebesar satu setengah juta rupiah. Jadi untuk saat ini, investasi saham belum cocok buat gw. Sama halnya dengan investasi FOREX, cryptocurrency dan sejenisnya yang punya resiko dan volatilitas yang tinggi.


For now, investasi yang bisa gw handle secara keuangan dan mental adalah reksadana yang perubahan nilai valuasinya hanya berubah sehari sekali. Gw ga perlu cek valuasi setiap saat sehingga waktu berharga tersebut bisa gw gunakan untuk aktivitas bekerja atau waktu bersama keluarga. Pikiran gw terbebas dari rasa khawatir dan cemas akan uang yang gw investasikan.

Jangan sampai sukacita dan damai sejahtera kita dirampas oleh investasi

Asuransi

Mengenai asuransi, walaupun biaya preminya lumayan tinggi, gw tidak merasa khawatir tentang risiko kesehatan. Tapi tentang asurnasi, gw kurang teliti dalam mempelajari asuransi yang gw sekeluarga ikuti. Pernah dalam satu kesempatan, anak gw sakit dan harus masuk IGD. Anak gw harus cek darah, beli obat dsb. Ketika proses pembayaran ternyata asuransi yang gw ikuti ga bisa cover karena rawat jalan bukan rawat inap. Dari situ gw merasa kurang teliti dalam mempelajari klausul asuransinya. Agen asuransi gw menyarankan untuk rawat inap saja, tapi ya gw ga mau. Lebih baik anak gw pulang ke rumah dan bayar biaya rawat jalannya.


Sharing melek finansial

Cerita melek finansial selama setahun ke belakang membuat gw mendapatkan kesempatan untuk berbagi dengan orang lain. Jadi sepanjang tahun 2021 ini, terdapat tiga kali kesempatan dimana gw berbagi pengalaman melek finansial ini. Gw bersyukur cerita melek finansial ini bermanfaat bagi orang lain.


Kenaikan net worth

Gw bersyukur sejak melek finansial tahun lalu, terdapat kenaikan net worth sebesar 171.13%. Sebagai catatan, net worth ini hanya menghitung uang cash, tabungan di bank dan investasi. Kebiasaan dan disiplin keuangan sepanjang tahun 2021 ini berbuah hasil yang baik. Gw merasa bahwa income memang bertambah, tapi faktor terbesar dari kenaikan net worth ini adalah kebiasaan dan disiplin finansial yang dikerjakan secara konsisten.


PR Finansial

Terlepas dari hasil yang baik (bahkan melebihi ekspektasi) selama satu tahun ini, masih ada beberapa PR yang sedang dikerjakan:

  1. Gw masih overspent di budget makan. Jadi saat ini sedang berusaha untuk mengurangi pengeluaran makan di luar dan berusaha untuk menghabiskan terlebih dahulu stok makanan yang masih ada di rumah.

  2. Gw sedang mengerjakan roadmap profesi sebagai dosen dan peneliti dengan harapan bisa menaikan pendapatan di tahun 2022.

  3. Lebih serius menggarap side hustle sehingga bisa juga menambah pendapatan di tahun 2022.

Itulah sharing pengalaman selama satu tahun melek finansial. Semoga sharing pengalaman ini bisa bermanfaat buat kalian yang membaca dan semoga di tahun 2022 mendatang kita diberikan kebijaksanaan untuk mengelola uang yang ada di tangan kita.

Postingan Terakhir

Lihat Semua