Sistem sederhana menghargai waktu mahasiswa

Waktu merupakan sumber daya yang tidak bisa kembali apabila sudah digunakan. Uang bisa dicari lagi, tapi waktu yang hilang tidak mungkin kembali.


Nilai kehidupan seseorang dapat dilihat bagaimana ia menggunakan waktu dan bagaimana ia menghargai waktu orang lain. Apabila kita memberikan nilai pada waktu orang lain, orang lain pun akan memberikan nilai pada waktu yang kita miliki.


Dalam profesi saya sebagai seorang pengajar di universitas, sedapat mungkin saya menghargai waktu mahasiswa. Terkadang saya merasa kasihan pada mahasiswa yang menunggu dosen untuk bertemu. Mahasiswa tersebut bolak balik ke ruangan dosen atau menunggu di depan ruangan dosen. Tentu ada waktu yang terbuang ketika menunggu.


Di semester ini, saya membuat sistem sederhana untuk menghargai waktu mahasiswa. Sistem ini saya pelajari sewaktu kuliah di Jepang. Sistem ini hanya terdiri dari papan tulis kecil dan magnet. Let me show you in picture:

Di Jepang, bahkan seorang full professor memiliki sistem seperti ini. Sistem ini tidaklah mahal (hanya bermodal papan dan magnet) namun dapat memberikan dampak pada waktu seseorang.


Dengan sistem sederhana ini, mahasiswa bisa mengetahui saya sedang berada di mana. Saya juga harus disiplin memindahkan magnet setiap saya datang dan meninggalkan ruangan.


Apakah waktu dosen berharga? Iya. Sama berharganya dengan waktu mahasiswa.

Let’s put respect to people’s time, so they also put respect to our time.

Respect is earned not demanded.