Work from home: jangan takut bosan karena bosan itu baik

Sudah seminggu lebih kebanyakan diantara kita bekerja di rumah. Banyak juga yang udah ngeluh gabut dan ngeluh bosan.


Di post minggu ini, gw mau share tentang kebosanan. Ternyata bosan itu baik, guys. Hal ini gw pelajari dari buku yang ditulis oleh Cal Newport yaitu Deep Work: “Rules for Focused Success in a Distracted World”. Buku ini highly recommended banget-lah.


Buku ini ngasi pengetahuan tentang kerja dengan fokus untuk mendorong kemampuan koginitif hingga batas maksimalnya. Di salah satu bab dari buku ini, Cal Newport berargumen bahwa kita harus embrace boredom (merayakan kebosanan) sebagai salah satu latihan untuk deep work (bekerja dengan dalam).


Sebelum kita belajar tentang kebosanan, kita perlu tahu dulu apa itu deep work.


Apa itu deep work

Definisi dari deep work:

Aktivitas profesional yang dilakukan dengan konsentrasi penuh tanpa distraksi. Aktivitas melakukan deep work ini membutuhkan kapasitas kognitif hingga mencapai limit-nya. Aktivitas ini dapat menciptakan produk atau jasa yang bernilai, meningkatkan kemampuan dan sulit untuk direplikasi.

Deep work menjadi suatu kemampuan yang langka di zaman penuh distraksi ini. Deep work juga menjadi suatu kemampuan yang memiliki nilai yang tinggi. Bayangkan kalau kita bisa melakukan deep work untuk belajar, membuat konsep dan merancang produk/jasa, tentu kita dapat menghasilkan produk dan meningkatkan kemampuan yang bernilai tinggi dalam waktu yang relatif singkat.


Cal Newport memberikan hipotesis deep work seperti ini:

Kemampuan untuk melakukan deep work menjadi semakin langka dan semakin bernilai (increasingly rare and increasingly valuable). Sebagai konsekuensinya, orang yang dapat menguasai kemampuan ini akan semakin dibutuhkan.

Deep work itu seperti superpower di dunia yang kita sekarang ini.


Deep Work vs Shallow Work

Nah, ada deep work ada juga shallow work (pekerjaan dangkal). Shallow work didefinisikan sebagai berikut:

Aktivitas yang tidak membutuhkan kekuatan kognitif, pekerjaan yang sifatnya logistikal yang dapat dilakukan sambil kita mengalami distraksi. Pekerjaan seperti ini kurang memberikan nilai atau output yang berkualitas tinggi dan mudah untuk direplikasi.

Intinya, deep work itu butuh konsentrasi tinggi sementara shallow work tidak, bahkan bisa dilakukan sambil terdistraksi.


Contoh buat profesi gw sebagai dosen:

  1. Deep work: membuat materi kuliah, mengerjakan riset, studi literatur.

  2. Shallow work: ngawas ujian, memberi nilai pada berkas ujian atau kuis.


Gimana deep work bekerja

Untuk mengerti mengapa deep work bisa seperti itu, kita harus belajar tentang apa yang terjadi pada otak kita ketika kita fokus pada suatu pekerjaan.


Ketika kita fokus, kita memicu lapisan yang disebut myelin pada neuron yang tersambung. Myelin memiliki fungsi untuk meningkatkan laju impuls yang melewati axon. Semakin banyak lapisan ini membungkus neuron, maka pelajaran atau kemampuan yang kita pelajari juga akan semakin kita mengerti. Apabila kita terdistraksi, maka terlalu banyak neuron yang bereaksi. Hal ini berakibat pada kurang efektifnya myelin membungkus neuron yang penting.


Dengan demikian, untuk menguasai suatu pelajaran dengan cepat, kita harus fokus tanpa distraksi pada jangka waktu yang lama. Buku ini memberikan rumus sederhana:


Hasil pekerjaan berkualitas tinggi = (fokus tanpa distraksi) x (waktu).

Aturan Deep Work

Buku ini memberikan empat aturan deep work yang dapat kita aplikasikan dalam keseharian. Empat aturan ini menjadi disiplin yang harus dilakukan jika kita ingin menguasai deep work. Empat aturan tersebut adalah:

  1. Work deeply (bekerja dengan dalam)

  2. Embrace boredom (merayakan kebosanan)

  3. Quit social media (berhenti dari media sosial)

  4. Drain the shallows (kurangi pekerjaan yang dangkal)


Di post kali ini, gw mao bahas dikit yang No.2 yaitu tentang kebosanan.


Zaman penuh distraksi

Kita hidup di zaman penuh distraksi. Salah satu distraksi yang kita alami adalah ketika kita menggunakan handphone saat bekerja. Selain itu, handphone yang kita bawa kemana-mana bukan hanya jadi alat komunikasi tapi juga menjadi alat hiburan. Handphone menjadi constant companion ke mana pun kita pergi. Saat kita bosan menunggu, kita dengan mudahnya menggunakan handphone untuk mengobati kebosanan.


Jadi, di zaman ini ‘tuh kita seolah-olah dimanjakan oleh teknologi untuk tidak pernah merasa bosan. Bosan dikit bisa scroll instagram, bosan dikit bisa chat teman, bosan dikit bisa maen game dsb.


Bosan itu baik

Kita udah belajar bahwa kemampuan untuk melakukan deep work merupakan kemampuan yang harus dilatih. Latihan ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan kemampuan bekerja dengan konsentrasi tinggi.

  2. Melatih diri untuk tidak terdistraksi (atau melawan godaan untuk terdistraksi).


Latihan untuk melawan distraksi itu sederhana (tapi sulit), yaitu harus tahan untuk bosan. Harus tahan untuk ga check handphone, harus tahan untuk ga cek notifikasi dsb.


Seperti yang gw bilang sebelumnya, bahwa sekarang ‘tu sangat langka untuk merasa bosan. Tantangan dari latihan deep work adalah gimana kita bisa embrace boredom sehingga otak kita dapat terlatih untuk melakukan deep work.

Pada masa-masa sekarang, di mana kebanyakan diantara kita bekerja di rumah akibat COVID-19 tentu kita lebih sering merasa bosan. Well, let’s embrace boredom, istirahatkan pikiran kita dari segala macam distraksi. Embrace the art of doing absolutely nothing. Karena bosan itu baik bagi pikiran kita.


Just be happy to be bored. It’s good to improve our quality to concentrate.